Berikut sejumlah nama yang dinilai para analis berpeluang menjadi Pemimpin Tertinggi Iran:

  1. Mojtaba Khamenei
    Putra kedua Khamenei berusia 56 tahun ini dikenal memiliki pengaruh besar di balik layar. Ia memiliki kedekatan dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan pasukan Basij.

Namun, skema suksesi ayah ke anak kurang populer di kalangan ulama Syiah, terlebih Iran lahir dari revolusi yang menggulingkan monarki. Selain itu, Mojtaba bukan ulama berpangkat tinggi dan tidak memiliki jabatan resmi. Ia juga dikenai sanksi oleh AS pada 2019.

  1. Alireza Arafi
    Ulama senior berusia 67 tahun ini menjabat Wakil Ketua Majelis Pakar dan pernah menjadi anggota Dewan Penjaga. Ia juga memimpin sistem seminari Iran.

Menurut analis Middle East Institute, Alex Vatanka, kepercayaan Khamenei terhadap Arafi terlihat dari penempatannya di posisi strategis. Meski demikian, ia tidak dikenal sebagai figur politik dominan maupun memiliki kedekatan khusus dengan lembaga keamanan.

Arafi dikenal cakap dalam bidang teknologi, fasih berbahasa Arab dan Inggris, serta produktif menulis dengan puluhan publikasi.

  1. Mohammad Mehdi Mirbagheri
    Ulama garis keras berusia 60 tahun ini mewakili kelompok paling konservatif di Majelis Pakar. Ia memimpin Akademi Ilmu-Ilmu Islam di Qom.

Mirbagheri dikenal memiliki pandangan anti-Barat yang kuat. Menurut laporan IranWire, ia percaya konflik antara pihak beriman dan nonberiman tidak terhindarkan. Pernyataannya terkait konflik Gaza juga menuai kontroversi luas.

  1. Hassan Khomeini
    Cucu pendiri Republik Islam, Ayatollah Ruhollah Khomeini, ini memiliki legitimasi historis dan religius. Berusia 50 tahun, ia bertugas menjaga mausoleum sang kakek.

Namun, ia belum pernah memegang jabatan publik strategis dan dinilai tidak memiliki pengaruh kuat di aparat keamanan. Pada 2016, ia dilarang mencalonkan diri sebagai anggota Majelis Pakar.

  1. Hashem Hosseini Bushehri
    Ulama senior berusia 60-an ini menjabat Wakil Ketua Pertama Majelis Pakar. Ia dikenal dekat dengan Khamenei, tetapi memiliki profil politik yang relatif rendah dan tidak memiliki hubungan kuat dengan IRGC.

Masa Depan Iran Dipertaruhkan