Toprak Razgatlioglu Jalani Debut MotoGP di Bulan Ramadan, Ini Caranya Menjaga Ibadah Puasa Tanpa Mengorbankan Performa Balap
WARTABANJAR.COM, JAKARTA — Pebalap Turki, Toprak Razgatlioglu, tengah menjadi sorotan jelang seri pembuka MotoGP Thailand 2026 yang digelar 1 Maret mendatang. Selain sebagai rider yang memulai debutnya di kelas utama balap motor dunia, momen ini juga bertepatan dengan bulan suci Ramadan bagi umat Muslim situasi yang menghadirkan tantangan tersendiri bagi pebalap beragama Islam tersebut.
Toprak yang lahir pada 16 Oktober 1996 itu saat ini tengah menjalani musim pertamanya bersama tim Pramac Yamaha di ajang MotoGP. Sebagai satu-satunya pebalap Muslim di grid, ia ditanya tentang bagaimana ia menyeimbangkan kewajiban beragama dan tuntutan fisik tinggi sebagai pembalap profesional.
Dalam wawancara dengan situs resmi MotoGP, Toprak mengungkapkan bahwa ia sempat mencoba berpuasa sejak awal Ramadan. Namun, karena intensitas latihan dan sesi tes yang sangat menguras tenaga termasuk adaptasi dengan mesin MotoGP serta ban Michelin yang baru baginya ia memutuskan tidak berpuasa pada hari-hari ketika latihan atau balapan berlangsung.
“Hari pertama saya ikut berpuasa Ramadan, tapi karena harus mengendarai motor, saya butuh energi,” ujar Toprak. “Setelah sesi tes selesai, saya berpuasa lagi selama dua hari. Ketika saya kembali ke Turki setelah balapan, saya akan kembali menjalankan Ramadan lagi,” tambahnya.
Tantangan Fisik di Tengah Ramadan
Balapan MotoGP menuntut konsentrasi, kekuatan fisik, dan stamina tinggi terutama saat suhu lintasan panas serta ritme kompetisi yang padat. Karena itu, fisik pebalap seperti Toprak membutuhkan asupan makanan dan cairan yang optimal menjelang sesi latihan atau balapan, khususnya bagi rider yang baru adaptasi di kelas premier ini.
Meski demikian, Toprak tetap menunjukkan komitmen terhadap keyakinannya. Ia memilih strategi fleksibel: berpuasa di hari tertentu ketika jadwal tidak padat, dan tetap menjaga kebugaran pada hari kompetisi dengan tidak berpuasa.
Debut Bersejarah dan Harapan di MotoGP