Disdik HST Sesuaikan Pembelajaran Ramadhan, PAUD Libur Tatap Muka
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menetapkan penyesuaian kegiatan pembelajaran selama Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi bagi seluruh satuan pendidikan di daerah tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan HST, H. Muhammad Anhar, mengatakan pembelajaran selama bulan suci tetap berjalan dengan skema khusus, mulai dari masa belajar mandiri hingga penyesuaian jam sekolah.
“Pembelajaran dilaksanakan di satuan pendidikan dengan fokus pada peningkatan iman, takwa, akhlak mulia, dan kegiatan sosial yang membentuk karakter mulia dan kepribadian utama,” kata Muhammad Anhar, Senin (23/2/2026).
Baca Juga TEROR BOM MOLOTOV Gegerkan Banjarmasin Utara, Polisi Intensifkan Patroli dan Buru Pelaku
Ia menjelaskan, sebelum pembelajaran tatap muka dimulai, siswa terlebih dahulu menjalani kegiatan belajar mandiri pada 18 hingga 21 Februari 2026.
“Pembelajaran dilaksanakan secara mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat sesuai penugasan dari satuan pendidikan,” ujarnya.
Selanjutnya, mulai 23 Februari sampai 14 Maret 2026, kegiatan belajar kembali dilaksanakan di sekolah dengan durasi waktu yang telah disesuaikan. Untuk jenjang PAUD, seluruh aktivitas pembelajaran tatap muka selama Ramadan ditiadakan.
“Seluruh aktivitas pembelajaran tatap muka bagi murid jenjang PAUD ditiadakan (libur) selama bulan Ramadan,” jelasnya.
Penyesuaian juga berlaku untuk jam belajar siswa SD dan SMP. Siswa SD kelas 1 hingga 3 mengikuti pembelajaran mulai pukul 08.00 sampai 10.00 WITA.
Sementara siswa kelas 4 hingga 6 SD serta kelas 7, 8, dan 9 SMP belajar pukul 08.00 hingga 12.30 WITA dan diakhiri setelah pelaksanaan Salat Zuhur berjamaah atau kegiatan keagamaan lainnya.
Selain pengaturan jadwal, Disdik HST menegaskan agar penugasan selama pembelajaran mandiri tidak memberatkan peserta didik.
“Penugasan mandiri dilarang membebani murid dengan biaya tambahan besar atau penggunaan gawai/internet secara intensif,” tegasnya.
Guru juga diminta melakukan pemantauan perkembangan belajar dan perilaku siswa selama Ramadan.
“Guru diharapkan melakukan asesmen formatif untuk memantau perkembangan belajar dan perilaku murid selama Ramadan,” jelas Anhar.
Peran orang tua pun ditekankan dalam mendampingi anak selama belajar di rumah.