WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Festival Pasar Wadai Ramadan 1447 Hijriah resmi dibuka di kawasan Siring 0 Kilometer, Kamis (19/02/2026).

Kegiatan tahunan yang menjadi ikon Ramadan di Kota Seribu Sungai ini kembali digelar berkat sinergi antara Pemerintah Kota Banjarmasin dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Sejak sore, kawasan tepi Sungai Martapura itu dipadati warga. Ratusan pengunjung berburu aneka kue dan hidangan khas Banjar, sementara sebagian lainnya menikmati suasana senja untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa.

Baca Juga Prabowo Rombak Jajaran BPJS Kesehatan, Dokter Militer Jadi Dirut Baru 2026–2031

Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman mengapresiasi atas terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini bukan sekadar ajang kuliner, tetapi juga ruang pemberdayaan pelaku UMKM.

“Ada sekitar 200 stan yang disiapkan. Sementara pendaftarnya lebih dari 600. Tentu dilakukan seleksi agar kualitas tetap terjaga,” ujar Hasnur.

Hasnuryadi juga mengingatkan pentingnya menjaga standar makanan yang dijual, baik dari sisi kehalalan, kebersihan, maupun keamanan konsumsi.

Ia juga turut mengajak seluruh pihak untuk memperhatikan pengelolaan sampah, terutama mengurangi penggunaan plastik selama kegiatan berlangsung.

“Ramadan adalah bulan berkah. Mari kita manfaatkan momentum ini untuk mendorong UMKM sekaligus tetap peduli pada kebersihan lingkungan,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR menyebut animo masyarakat tahun ini sangat tinggi. Meski keterbatasan lahan membuat hanya sepertiga pendaftar yang bisa difasilitasi, ia memastikan penyelenggaraan tetap maksimal.

“Dari 600 pendaftar, sekitar 200 yang bisa kita akomodasi. Antusiasme ini menunjukkan Pasar Wadai selalu dinanti warga,” ucap Yamin.

Menurut Yamin, lokasi Siring 0 Kilometer yang berhadapan dengan kawasan perkantoran provinsi menjadi simbol kuat kolaborasi antara pemerintah kota dan provinsi. Ia pun menegaskan komitmen menjaga kebersihan selama festival berlangsung.

“Kami minta pengunjung ikut memilah sampah organik dan non-organik. Saat ini sudah ada 1.582 agen 3R yang siap membantu pengelolaan sampah,” jelasnya.