Jangan Asal Keramas Jelang Ramadhan 1447 H! Ini Panduan Lengkap Niat dan Tata Cara Mandi Bersuci

WARTABANJAR.COM – Bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah semakin dekat, membawa semangat persiapan spiritual bagi umat Muslim di seluruh dunia. Di Indonesia, berbagai tradisi menyambut bulan penuh berkah ini telah mengakar kuat, salah satunya adalah mandi keramas atau bersuci.

Amalan ini menjadi simbol kesiapan lahir dan batin sebelum menunaikan ibadah puasa selama sebulan penuh.

Menurut kalender Hijriah, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama akan menggelar Sidang Isbat pada Selasa, 17 Februari 2026, dengan perkiraan awal Ramadan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Mandi Jelang Ramadan: Wajib atau Sunnah?

Penting dipahami bahwa mandi keramas menjelang Ramadan bukan syarat sah puasa. Puasa tetap sah meski seseorang belum mandi wajib saat fajar tiba, selama niat puasa sudah dilakukan sebelum Subuh.

Namun, mandi wajib menjadi keharusan jika seseorang berada dalam kondisi hadas besar, seperti:

Setelah berhubungan intim (junub)

Haid

Nifas

Mandi wajib diperlukan agar dapat menjalankan ibadah lain seperti salat dalam keadaan suci.

Di sisi lain, mandi sunnah menjelang Ramadan sangat dianjurkan sebagai bentuk penghormatan dan persiapan diri menyambut bulan mulia, agar ibadah puasa lebih khusyuk.

Niat Mandi Jelang Puasa Ramadan

Ada dua jenis niat yang dapat dilafalkan sesuai kondisi:

  1. Niat Mandi Wajib (Menghilangkan Hadas Besar)

Arab:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ مِنَ الْجَنَابَةِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Latin:
Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari minal janabati fardhan lillahi ta’ala.

Artinya:
“Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah ta’ala.”

  1. Niat Mandi Sunnah (Menyambut Ramadan)

Arab:
نَوَيْتُ أَدَاءَ اْلغُسْلِ اْلمَسْنُوْنِ لِيْ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ لله تَعَالَى

Latin:
Nawaitu adâ’al ghuslil masnûni lî fî hadzihil lailatil min romadhona lillâhi ta’âlâ.

Artinya:
“Aku berniat menjalankan mandi yang disunnahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadan karena Allah Ta’ala.”