WARTABANJAR.COM – Tinggal beberapa hari lagi, Umat Islam merayakan Hari Raya Idul Adha 2026, pada 27 Mei mendatang
Idul Adha juga kerap disebut Hari Raya Kurban karena pada hari itu dilakukan penyembelihan hewan kurban.
Ada pendapat yang menyatakan, orang berkurban dilarang memotong kuku dan rambut selama bulan Zulhijah.
Benarkah? Berikut penjelasan dari Ustaz Adi Hidayat.
Ia membantah adanya larangan memotong kuku dan rambut bagi orang yang berkurban.
Namun, ada beberapa hal yang perlu dipahami terkait larangan tersebut.
Menurut Ustaz Adi Hidayat, ada sejumlah anjuran untuk umat Islam selama bulan Zulhijah yakni menunaikan ibadah haji, berkurban dan puasa sunnah.
Baca Juga: 5 Tips Pilih Hewan Kurban Idul Adha, Tidak Boleh Cacat
Baca Juga: Pasokan Sapi Kurban Mulai Berdatangan di Banjarmasin, Harga Diprediksi Ikut Naik
Selain anjuran ada pula larangan yang hukumnya sunnah, yakni sebaiknya tidak dilakukan saat memasuki 10 awal Zulhijah, terutama bagi yang ingin berkurban.
“Larangan dari Nabi SAW ini bersifat sunnah, jadi bukan haram hukumnya. Dilarang memotong rambut dan kuku berlaku ketika hewan kurban sudah siap, sudah dibeli dan diatasnamakan,” ungkap Ustaz Adi Hidayat sebagaimana dilansir kanal youtube Adi Hidayat Official.
Sejak pembelian dan kesiapan hewan kurban itu, maka sejak saat itu pula larangan potong rambut dan kuku diberlakukan.
Adapun dalil larangan memotong kuku dan rambut bagi yang berkurban adalah hadis HR. Muslim Nomor 1977 Bab 39 Halaman 152.
مَنْ كَانَ لَهُ ذِبْحٌ يَذْبَحُهُ فَإِذَا أُهِلَّ هِلاَلُ ذِى الْحِجَّةِ فَلاَ يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلاَ مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا حَتَّى يُضَحِّىَ
“Siapa saja yang ingin berkurban dan apabila telah memasuki awal Zulhijah, maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya sampai ia berkurban.”
Apa makna larangan tersebut?
Dijelaskan pula oleh Ustaz Adi Hidayat, menjalankan larangan itu sama nilainya sama nilainya dengan orang yang memakai pakaian ihram dalam wukuf haji di Arafah.







