WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Hari pertama umat muslim melaksanakan puasa Ramadhan 1447 H diprediksi berbeda.
Sebelumnya ormas Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 H pada Rabu, 18 Februari 2026.
Sementara pemerintah baru akan melaksanakan sidang isbat penentuan awal Ramadhan pada Selasa, 17 Februari 2026.
Baca Juga PAGI INI HARGA EMAS Bikin Kaget! Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak di Bawah Rp 3 Juta per Gram
Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis menyebut awal Ramadhan 1447 H berpotensi berbeda di antara umat Islam Indonesia.
Ulama yang akrab disapa Kiai Cholil ini mengajak umat untuk menyikapinya dengan dewasa.
“Hampir dipastikan berpotensi berbeda, mengawali Ramadhan ini kita berbeda. Karena sudah ada yang sudah menetapkan awal Ramadhan pada 18 Februari ini. Karena menggunakan hisab sekaligus kalender global,” kata Kiai Cholil dikutip dari MUI Digital di Jakarta, Senin (16/2/2026).
Sementara yang lainnya, menggunakan hisab sekaligus metode imkan rukyat yang kemungkinan bisa dilihat dari terbenamnya matahari.
“Nah, menurut imkan rukyat kemungkinan hilal bisa dilihat ini tak mungkin dapat diamati,” sambungnya.
Kiai Cholil menerangkan, kemungkinan posisi derajat hilal masih berada di bawah 3 derajat. Sementara ketentuan Mabims, yakni ulama-ulama yang tergabung dalam forum ulama Asia Tenggara yakni Malaysia, Indonesia, Singapura, dan Brunei Darusalam menyepakati bahwa hilal bisa dilihat kalau sudah berada di atas 3 derajat.







