Bupati Tabalong H M Noor Rifani menyebut kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam mendorong konektivitas udara dari daerah.

“Bandara adalah kebutuhan strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi, sekaligus memangkas waktu tempuh mobilitas masyarakat Tabalong dan daerah sekitar,” ujar H Fani, sapaan akrabnya.

Diketahui, tarif yang dipaparkan masih bersifat estimasi berbasis regulasi tarif batas atas dan dapat berubah sesuai kebijakan maskapai, jenis pesawat, serta dinamika biaya operasional.(wartabanjar.com/Suhardi)

editor: nur_muhammad