Simulasi Tarif Penerbangan Bandara Warukin-Surabaya Diperkirakan Rp 2 Jutaan, Ini Daftar Tujuan Lainnya
WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Studi pengembangan layanan penerbangan dari Bandara Warukin Tabalong memaparkan simulasi perhitungan tarif tiket pesawat untuk sejumlah rute potensial.
Paparan tersebut disampaikan dalam Forum Diskusi Strategis Studi Kajian Potensi Penumpang dan Kargo Transportasi Udara yang digelar di Hotel Mercure Jakarta Pusat, Jumat (13/2/2026).
Forum ini dihadiri Bupati Tabalong H M Noor Rifani, Bupati Barito Timur, Ketua DPRD Tabalong, Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah, perwakilan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tabalong beserta jajaran SKPD, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Paser, serta perwakilan sejumlah perusahaan yang beroperasi di Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah.
Mengacu Regulasi Tarif Batas Atas
Simulasi tarif mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KM 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.
Perhitungan mencakup sejumlah komponen biaya, mulai dari tuslah atau biaya layanan, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), hingga Airport Tax.
Simulasi dilakukan dengan asumsi penggunaan pesawat berkapasitas 30 penumpang yang dinilai sesuai untuk rute jarak pendek dan penerbangan perintis.
Estimasi Tarif Rute dari Warukin
Berdasarkan hasil simulasi studi, berikut kisaran tarif tiket apabila rute-rute tersebut resmi dibuka:
Warukin – Banjarmasin: sekitar Rp 734.000
Warukin – Balikpapan: sekitar Rp 900.000
Warukin – Halim Perdanakusuma (Jakarta): hingga Rp 3.300.000
Warukin – Surabaya: hingga Rp 2.000.025
Rute Warukin–Surabaya diperkirakan berada di kisaran Rp 2 jutaan, sehingga dinilai masih kompetitif untuk konektivitas ke pusat ekonomi di Jawa Timur.
Tantangan Daya Beli dan Aksesibilitas
Meski membuka peluang konektivitas baru, tarif penerbangan dari Warukin ke kota-kota besar dinilai masih relatif tinggi, khususnya untuk rute jarak jauh seperti Jakarta.
Studi ini menjadi pijakan awal penting dalam membuka akses udara Tabalong ke pusat-pusat ekonomi nasional. Pemerintah daerah diharapkan dapat mengupayakan skema dukungan, insentif bagi maskapai, atau kolaborasi lintas sektor agar rute perintis dari Warukin dapat segera terealisasi dan dimanfaatkan optimal oleh masyarakat.