Namun, pemerintah membuka peluang pelonggaran pembatasan jika Telegram dan Meta bersedia menyimpan data pengguna Rusia di dalam negeri sesuai regulasi.

Rusia Dorong Warga Pakai Aplikasi Lokal “Max”

Seiring pembatasan ini, pemerintah Rusia mendorong warga beralih ke aplikasi dalam negeri bernama Max, yang dirancang sebagai super-app mirip WeChat di China.

Sejak 2025, aplikasi Max diwajibkan terpasang secara bawaan pada perangkat baru yang dijual di Rusia. Pegawai negeri, guru, dan siswa juga diwajibkan menggunakan aplikasi tersebut.

CEO Telegram, Pavel Durov, menilai pemblokiran ini sebagai strategi untuk memaksa warga menggunakan aplikasi lokal demi kepentingan pengawasan dan sensor politik.

“Membatasi kebebasan warga tidak akan pernah menjadi jawaban yang tepat,” kata Durov.

Ketegangan Teknologi Sejak Invasi Ukraina

Ketegangan antara pemerintah Rusia dan perusahaan teknologi global meningkat sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.

Pada 2023, Rusia juga membatasi layanan Google dan Zoom, khususnya di wilayah Oblast Donetsk, Ukraina Timur.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur_muhammad