“Melalui FGD ini, kita ingin memastikan bahwa data yang disajikan benar-benar mutakhir, valid, dan mudah dibagipakaikan antar instansi,” tambahnya.
Dalam forum tersebut, masing-masing OPD melakukan pencermatan dan penyelarasan data sektoral, mulai dari bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, pertanian hingga pelayanan publik lainnya.
Seluruh sektor tersebut menjadi bagian penting dalam publikasi “HST Dalam Angka 2026” yang selama ini menjadi rujukan resmi kondisi sosial dan capaian pembangunan daerah.
FGD juga dimanfaatkan sebagai ruang evaluasi terhadap penyusunan publikasi sebelumnya, sekaligus menyempurnakan format dan substansi agar lebih informatif dan relevan dengan kebutuhan perencanaan pembangunan.
Pemkab HST berharap penguatan sistem satu data daerah melalui forum ini dapat menghasilkan kebijakan yang lebih terukur, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah. (wartabanjar.com/Adew)
Editor Restu













