WARTABANJAR.COM, BARABAI– Calon Jemaah Haji (CJH) tertua asal Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) tahun 2026 tercatat berusia 85 tahun.

Di usia lanjut, berbagai persiapan dilakukan guna memastikan jemaah tetap mampu menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah HST, H. Khairussalim, menyampaikan bahwa persiapan bagi jemaah lansia difokuskan pada kesiapan fisik dan kesehatan.

“Calon jemaah haji, khususnya lansia, kami imbau untuk rutin berolahraga ringan seperti jalan kaki. Karena di Tanah Suci nanti aktivitas ibadah cukup padat dan membutuhkan stamina yang kuat,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Jemaah juga diminta disiplin menjaga kondisi tubuh, termasuk mengonsumsi obat-obatan sesuai anjuran dokter bagi yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

Seluruh CJH HST, lanjutnya, telah melalui pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan memenuhi syarat istitha’ah atau mampu secara kesehatan untuk menunaikan ibadah haji.

Ia menjelaskan, kategori istitha’ah tidak hanya bagi jemaah yang sepenuhnya sehat, tetapi juga mencakup mereka yang menggunakan alat bantu seperti tongkat atau kursi roda, serta yang membutuhkan pendamping.

“Selama masih dalam kategori istitha’ah, jemaah tetap bisa berangkat dengan pendampingan yang sesuai,” jelasnya.

Dari total 332 CJH HST, sebanyak 60 jemaah tercatat memerlukan perhatian lebih berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan.

Kondisi tersebut telah dipetakan oleh tim kesehatan dan akan mendapat pendampingan selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

Seluruh CJH HST dijadwalkan berangkat menuju Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin pada 12 Mei 2026, sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci pada 13 Mei 2026.

Selain kesiapan fisik, jemaah juga ditekankan untuk terus mengikuti dan memperdalam pemahaman manasik haji, meskipun kegiatan manasik wajib telah selesai dilaksanakan.

“Manasik ini penting. Walaupun sudah beberapa kali dilaksanakan, jemaah tetap dianjurkan untuk mengulang dan mempelajarinya kembali, baik di rumah maupun melalui kegiatan manasik mandiri,” ujar Khairussalim.

Lebih lanjut, jemaah juga diingatkan untuk mempersiapkan diri secara mental dan spiritual, termasuk meluruskan niat, menyelesaikan tanggungan seperti utang piutang, serta menjaga hubungan baik dengan keluarga dan lingkungan.