Virus Nipah Terdapat di India, WHO Sebut Belum Diperlukan Pembatasan Penerbangan
Dilaporkan di India dan Bangladesh
Pada tingkat regional, WHO mencatat bahwa sepanjang periode 2025–2026, hanya Bangladesh dan India yang melaporkan kasus Virus Nipah. Bahkan pada tahun 2026, India menjadi satu-satunya negara dengan laporan wabah aktif.
Kasus yang terjadi di kedua negara tersebut umumnya bersifat sporadis atau dalam bentuk klaster terbatas. Penularan antarmanusia memang pernah terjadi, terutama di fasilitas pelayanan kesehatan atau dalam lingkungan keluarga melalui kontak erat dengan cairan tubuh pasien.
Namun demikian, WHO menegaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat bukti penularan Virus Nipah melalui perjalanan internasional. “Karena wabah bersifat terlokalisasi dan tidak ada penularan lintas batas negara, maka risiko global juga dinilai rendah. Atas dasar tersebut, WHO menegaskan tidak ada kebutuhan untuk menerapkan pembatasan perjalanan maupun perdagangan terhadap India," ujarnya. (Wartabanjar.com/info publik)
Editor Restu