WARTABANJAR.COM – Masa depan Andy Robertson bersama Liverpool kini berada di persimpangan. Bek kiri yang telah hampir satu dekade menjadi simbol kerja keras dan loyalitas itu hanya menyisakan lima bulan kontrak, tanpa kepastian apakah kisahnya di Anfield akan berlanjut atau berakhir.
Sejak bergabung pada 2017, Robertson menjelma menjadi salah satu bek kiri terbaik dunia. Ia bukan sekadar pemain, tetapi denyut nadi di sisi kiri pertahanan Liverpool. Namun waktu, seperti biasa, tak pernah menunggu siapa pun.
Musim ini menjadi salah satu yang paling berat bagi Robertson. Kedatangan Milos Kerkez pada musim panas lalu secara perlahan mengubah peta persaingan. Kerkez diproyeksikan sebagai penerus, sementara menit bermain Robertson menurun drastis.
Statistik berbicara jujur. Robertson baru tampil 20 kali dengan total 1.091 menit, atau rata-rata hanya 55 menit per pertandingan. Angka ini menjadi yang terendah sepanjang kariernya bersama The Reds.
Situasi itu membuat masa depan sang kapten timnas Skotlandia semakin diselimuti tanda tanya.
Antara Loyalitas dan Kenyataan
Robertson memilih tidak terburu-buru mengambil keputusan. Ia sadar, ini bukan sekadar soal kontrak, tetapi tentang hidup, keluarga, dan arah karier.
“Kita lihat saja apa yang akan terjadi. Kami sudah bicara, tapi itu biar jadi rahasia kami,” ujar Robertson kepada ESPN.
Ia mengakui masih ingin bertahan di Liverpool, namun juga paham bahwa sepak bola modern tak selalu ramah pada romantisme.
“Tentu saja saya ingin bertahan di Liverpool, tapi tidak mudah. Saya punya sisa kontrak lima bulan. Saya akan bicara dengan keluarga dan memutuskan itu,” lanjutnya.
