“Tentu saja saya ingin bertahan di Liverpool, tapi tidak mudah. Saya punya sisa kontrak lima bulan. Saya akan bicara dengan keluarga dan memutuskan itu,” lanjutnya.
Di balik wajah tegar di lapangan, Robertson kini sedang berdamai dengan kenyataan bahwa setiap pemain, betapapun setianya, bisa menjadi bagian dari masa lalu.
Menikmati Sisa Waktu
Robertson mengaku hanya ingin menikmati setiap momen yang tersisa sebagai pemain Liverpool. Ia tak ingin musim terakhirnya dipenuhi kecemasan, melainkan rasa syukur.
“Setelah musim panas yang bikin stres, saya hanya ingin menikmati momen yang ada. Saya ingin lolos ke Piala Dunia dan syukurlah kami bisa melakukannya. Sekarang saya ingin melihat rencana saya dan keluarga ke depannya,” tuturnya.
Anfield mungkin masih menyanyikan namanya. Namun di balik sorak sorai, ada cerita tentang seorang pemain yang sedang bersiap menerima kemungkinan paling sunyi dalam sepak bola: perpisahan.
Apakah Andy Robertson akan tetap menjadi bagian dari Liverpool, atau justru menutup bab terakhir kisahnya di Merseyside? Jawabannya tinggal menunggu waktu.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad







