Dua Hari Dua Crane Bikin Puluhan Nyawa Melayang! Thailand Berduka di Kereta Cepat dan Dua Mobil yang Remuk

WARTABANJAR.COM, BANGKOK – Thailand diliputi duka mendalam setelah dua kecelakaan konstruksi maut terjadi hanya dalam selang dua hari berturut-turut. Dua crane runtuh di dua lokasi berbeda, menewaskan puluhan orang, sekaligus membuka kembali luka lama soal lemahnya keselamatan proyek infrastruktur di Negeri Gajah Putih.

Insiden pertama terjadi di proyek pembangunan tol di Provinsi Samut Sakhon, Kamis (15/1/2026) pagi. Sebuah crane raksasa tiba-tiba roboh ke tengah Jalan Rama II, tepat sebelum Jembatan Sungai Tha Chin. Dalam hitungan detik, dua mobil di bawahnya hancur remuk tertindih rangka baja.

Rekaman video amatir yang beredar luas memperlihatkan detik-detik mencekam saat derek logam itu menghantam aspal. Tim penyelamat menggunakan jaws of life untuk mengevakuasi korban yang terjebak di dalam kendaraan. Namun, dua nyawa tak tertolong.

Ruas Rama II sendiri dikenal masyarakat sebagai “Death Road” atau Jalan Maut. Bertahun-tahun proyek infrastruktur besar dikerjakan di sepanjang jalur ini, dan rangkaian kecelakaan fatal membuat julukan itu semakin terasa nyata.

Kereta Keluar Rel, Puluhan Penumpang Jadi Korban

Sehari sebelumnya, Rabu (14/1), tragedi yang lebih mengerikan terjadi di Provinsi Nakhon Ratchasima. Sebuah crane proyek kereta cepat jatuh tepat menimpa Kereta Ekspres Khusus No. 21 yang sedang melaju dari Bangkok menuju Ubon Ratchathani.

Benturan keras membuat rangkaian kereta keluar dari rel. Gerbong-gerbong terlempar, penumpang terhimpit, dan jeritan panik memenuhi lokasi kejadian. Hingga Kamis siang, jumlah korban tewas mencapai 32 orang, sementara 79 lainnya luka-luka, delapan di antaranya dalam kondisi kritis.

Tragedi di kilometer 220 rel kereta itu kini menjadi salah satu kecelakaan kereta terburuk dalam sejarah Thailand modern.