Bagi Bournemouth, kehilangan Zabarnyi di tengah musim tentu akan menjadi kerugian teknis yang besar, namun keuntungan finansial dari penjualannya bisa digunakan untuk merombak skuat di area lain. Para pengamat menilai bahwa gaya bermain Zabarnyi yang tenang dan piawai dalam melakukan duel udara sangat cocok dengan filosofi permainan tim-tim besar Eropa saat ini, yang menuntut bek tengah memiliki kemampuan distribusi bola yang baik.

Keputusan akhir kini berada di tangan manajemen Bournemouth dan keinginan pribadi sang pemain. Apakah Zabarnyi akan tetap setia bertahan di Vitality Stadium hingga akhir musim atau memilih untuk naik kelas menuju salah satu klub raksasa tersebut, publik sepak bola dunia akan segera mendapatkan jawabannya dalam hitungan minggu ke depan saat jendela transfer resmi dibuka. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Andi Akbar