WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Stadion kebanggaan Manchester United, Old Trafford, tampaknya telah kehilangan taringnya sebagai benteng yang menakutkan bagi tim lawan di musim 2025/2026. Menjelang laga krusial menghadapi Newcastle United pada akhir pekan ini, skuat berjuluk Setan Merah tersebut sedang dihantui tren negatif berupa puasa kemenangan dalam beberapa laga kandang terakhir mereka di kancah Liga Inggris.
Kondisi ini menjadi alarm bahaya bagi manajer Manchester United, Ruben Amorim, yang tengah berupaya keras mengembalikan stabilitas performa tim asuhannya. Kekalahan dan hasil imbang yang diraih di depan pendukung sendiri membuktikan bahwa dominasi Setan Merah di “Teater Impian” kian terkikis, sehingga tim-tim tamu kini tampil lebih berani dan percaya diri untuk mencuri poin penuh saat bertandang ke sana.
Masalah utama yang dihadapi MU terletak pada rapuhnya barisan pertahanan serta tumpulnya lini depan dalam mengonversi peluang menjadi gol. Amorim mengakui bahwa tekanan bermain di kandang terkadang menjadi beban tersendiri bagi para pemain mudanya, sementara tim tamu seperti Newcastle United dikenal memiliki transisi cepat yang sangat mematikan dan berpotensi mengeksploitasi kelemahan transisi bertahan tuan rumah.
Di sisi lain, Newcastle United datang dengan motivasi tinggi untuk memperpanjang penderitaan Manchester United di Old Trafford. Manajer Newcastle, Eddie Howe, diprediksi akan menginstruksikan anak asuhnya untuk bermain menekan sejak menit awal, memanfaatkan situasi psikologis pemain MU yang sedang berada dalam tekanan besar dari para suporternya yang mulai tidak puas dengan hasil di kandang.







