“Kalau warga mau beribadah sesuai agamanya, negara wajib melindungi, apa pun agamanya,” tulis seorang netizen.

Komentar lain menyayangkan masih adanya ejekan dan perdebatan antarumat beragama di ruang publik digital. Warganet mengingatkan bahwa Kalimantan Selatan dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan saling menghormati.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola wisata maupun pemerintah daerah terkait alasan penggembokan dan kemungkinan solusi agar aktivitas wisata dan ritual keagamaan bisa berjalan berdampingan tanpa saling merugikan.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur_muhammad