WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Paul Doyle, biang keladi di balik insiden penabrakan mobil ke kerumunan fans saat parade juara Liga Inggris Liverpool, akhirnya dijatuhi hukuman penjara yang berat.
Pengadilan menjatuhkan vonis penjara selama 21 tahun 6 bulan kepada Doyle.
Insiden tersebut terjadi pada 26 Mei, saat parade perayaan gelar ke-20 Liverpool di pusat kota. Doyle, mantan marinir Inggris berusia 54 tahun, tiba-tiba menabrakkan mobil ‘Ford Galaxy’ miliknya ke arah suporter di Water Street dan nyaris diamuk massa.
Aksi anarkis Doyle ini mengakibatkan lebih dari 100 orang terluka, dengan korban mulai dari bayi berusia enam bulan hingga wanita lansia 78 tahun. Doyle didakwa atas tujuh pelanggaran pidana, termasuk dua dakwaan yang menyebabkan cedera tubuh parah dengan sengaja, dua tuduhan melukai dengan sengaja, dua tuduhan mengemudi secara berbahaya, dan percobaan mencederai tubuh dengan parah.
Setelah menjalani persidangan selama enam bulan, vonis dijatuhkan di Liverpool Crown Court. Selain hukuman penjara, Doyle juga dijatuhi hukuman tambahan berupa larangan mengemudi kendaraan selama 16 tahun 10 bulan dan diwajibkan menjalani serangkaian tes jika ingin kembali menyetir setelah bebas.
Menyikapi insiden ini, pihak klub, Liverpool FC, mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa siapa pun yang terdampak insiden tersebut akan mendapatkan bantuan gratis untuk penanganan kesehatan mental mereka. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)







