WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Bencana banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat semakin mengerikan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia kini mencapai 964 orang, sementara 264 orang masih hilang dan pencarian terus dilakukan.
“Pada hari ini bertambah tiga korban, total meninggal dunia 964 orang,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers virtual, Selasa (9/12/2025).
Abdul menjelaskan beberapa data korban sebelumnya dicoret karena jenazah yang tercatat ternyata sudah dimakamkan sebelum bencana. “Sehingga ada beberapa kali koreksi data,” tambahnya.
Korban Hilang dan Evakuasi Darurat
Ratusan korban masih hilang: 31 jiwa di Aceh, 138 di Sumatera Utara, dan 95 di Sumatera Barat. Tim SAR gabungan masih berjuang menembus arus deras untuk menemukan mereka, sementara warga terdampak tetap terjebak di rumah yang digenangi air.
Pengungsi yang sebelumnya tercatat 1.057.482 jiwa, kini tersisa 894.101 jiwa. Banyak dari mereka terpaksa tinggal di tenda darurat, dengan suplai makanan dan obat-obatan yang terbatas. Suasana pengungsian penuh ketegangan, terutama bagi anak-anak dan lansia.
BNPB menekankan bahwa data akan terus diperbarui seiring operasi pencarian dan pertolongan yang masih berlangsung. Warga diminta tetap waspada dan mengikuti arahan evakuasi demi keselamatan.
Banjir ini menjadi peringatan keras tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem di Sumatera, yang dipicu curah hujan tinggi dan luapan sungai.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

