Ribuan Warga Kabupaten Demak Mengungsi Akibat Luapan Sungai dan Tanggul Jebol
WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat jumlah pengungsi banjir Kabupaten Demak Jawa Tengah kini mencapai dua ribu delapan ratus. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebut banjir dipicu hujan deras dan tanggul jebol.
Warga mengungsi di Masjid Babu Rohim Dukuh Solondoko Masjid Rodhotul Janah Dukuh Solowere Kantor Kecamatan Guntur hingga Tanggul Gobang. Sebagian masyarakat terdampak menempati balai desa mushola madrasah serta rumah penduduk sembari menunggu pendataan dari dinas kesehatan setempat.
Hasil kaji cepat menunjukkan bencana banjir melanda delapan desa pada wilayah Guntur Karangtengah Wonosalam dan juga Kecamatan Kebonagung. Tanggul jebol terjadi di Desa Trimulyo yakni Dukuh Solondoko tiga puluh meter serta Dukuh Solowere sepanjang sepuluh meter.
Genangan air setinggi seratus lima puluh sentimeter merendam Desa Trimulyo dan Desa Ploso sehingga memutus akses kendaraan kecil. Limpasan air turut menggenangi Desa Turitempel Desa Sumberejo Desa Solowire serta Desa Sarimulyo namun kondisi terpantau relatif aman.
Kepala BNPB Suharyanto memerintahkan koordinasi bersama BPBD Provinsi Jawa Tengah guna mengidentifikasi kebutuhan logistik bagi para korban terdampak. Personel pusat mulai melakukan pendampingan lapangan untuk mempercepat penanganan darurat serta perbaikan tanggul pada titik lokasi banjir Demak. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar