WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Pemerintah pusat bergerak cepat dalam menangani dampak gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah penyelamatan nyawa dan respons darurat yang masif di lapangan.
Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (3/4/2026), Pratikno menyampaikan duka cita mendalam bagi para korban terdampak. Ia menekankan bahwa kecepatan evakuasi merupakan kunci utama, sehingga koordinasi antara TNI, Polri, BNPB, dan pemerintah daerah terus diperkuat untuk menyisir wilayah terisolasi.
Pemerintah juga telah mencairkan Dana Siap Pakai melalui BNPB guna memastikan kebutuhan logistik dan medis di zona bencana terpenuhi tanpa hambatan birokrasi.
Selain proses evakuasi, pendataan akurat terhadap jumlah korban dan kerusakan infrastruktur menjadi prioritas agar bantuan tepat sasaran.
Sesuai arahan Presiden, pelayanan terhadap masyarakat harus dilakukan secara cepat dan maksimal. Gempa susulan sendiri masih terus membayangi wilayah tersebut, termasuk gempa magnitudo 5,8 yang kembali mengguncang Kota Ternate dan Jailolo pada Kamis malam.







