WARTABANJAR.COM, BANJARBARU- Menjelang pelaksanaan Momen 5 Rajab di Sekumpul, Pemerintah Kota Banjarbaru menyiapkan sejumlah langkah strategis guna mengantisipasi lonjakan kendaraan dan jemaah yang diperkirakan meningkat signifikan.

Berbagai titik kantong parkir serta pola rekayasa lalu lintas kini dalam tahap penyempurnaan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarbaru, Muhammad Mirhansyah, menjelaskan pemanfaatan halaman perkantoran di sekitar Lapangan dr. Murjani menjadi solusi utama untuk menampung kendaraan agar tidak meluber ke jalan.

Meski begitu, ia mengakui bahwa kapasitas tersebut masih belum sepenuhnya mencukupi.

"Karena keterbatasan halaman perkantoran, jalan-jalan di kawasan Murjani juga akan dimanfaatkan, seperti Jalan Basuki Rahmat, Antasari, Junjung Buih di sekitar Taman Bougenville, hingga Jalan Pangeran Suriansyah," ucapnya, Selasa (9/12/2025).

Selain kantong parkir, Dishub juga menyiapkan rekayasa lalu lintas pada saat jemaah mulai berdatangan.

Mirhan menyampaikan, kendaraan dari arah Banjarmasin akan tetap berjalan normal, namun arus dari wilayah Tanah Laut melalui Jalan Mistar Cokrokusumo akan mengalami pengalihan.

"Nanti ada beberapa sekat yang mengarahkan kendaraan menuju Sungai Ulin melalui Jalan Kelapa Gading, untuk mengisi kantong parkir di kawasan lapangan bola SPN," ungkapnya.

Tidak hanya di sekitar Murjani, sejumlah titik lain di Banjarbaru juga disiapkan sebagai ruang parkir tambahan, khususnya untuk jemaah yang menuju kawasan Sekumpul.

BACA JUGA: Air Sungai Riam Kiwa dan Riam Kanan Berpotensi Meluap Hingga 8 Meter Hari ini BPBD Kalsel Banjarmasin, Tanah Bumbu Hingga Banua Anam Waspada Banjir

"Beberapa di antaranya adalah Q Mall, area Rumah Makan Kampung Kecil, kawasan Universitas Lambung Mangkurat (Unlam), eks Giant (terminal lama), Bapelkes, Poltekkes, hingga halaman gereja dan pondok elektronik," papar Mirhan.

Dishub juga berkoordinasi dengan BKD Provinsi yang sebelumnya diragukan dapat menyediakan ruang parkir.

"Tadi mereka menyampaikan bisa, meski di sana ada dapur umum atau warung gratis, tetapi pada prinsipnya tetap bisa dimanfaatkan sebagai kantong parkir jemaah,” tambahnya.