VIRAL! Video Harrison Ford Semprot Zulkifli Hasan Muncul Lagi di Tengah Sorotan Kerusakan Hutan Usai Banjir Besar Sumatera
Ford berkata dengan nada tegas: “Only 18 percent remains. New roads, illegal logging, trees cut and burned. It’s heartbreaking. What have you done?” (“Yang tersisa hanya 18 persen. Ada jalan baru, pembalakan liar, pohon ditebang dan dibakar. Ini menghancurkan hati. Apa yang sudah Anda lakukan?”)
Zulhas menanggapi: “Ini bukan Amerika. Kami baru mengalami reformasi. Kadang-kadang kami surplus demokrasi. Karena itu kami buat program memindahkan masyarakat dan mencari lahan pengganti.”
Ford lalu memotong: “So you're willing to lose the battle?” (“Jadi Anda siap kalah dalam perjuangan ini?”)
Zulhas menjawab pendek: “Ya.”
Kembalinya video ini viral seiring meningkatnya sorotan terhadap praktik pembukaan hutan yang diduga berkaitan dengan bencana banjir beruntun di Sumatera dalam beberapa hari terakhir. Data BNPB hingga Jumat (28/11/2025) mencatat 174 korban meninggal dunia dan 79 orang masih hilang.
Jadi Bukti
Temuan tumpukan kayu gelondongan terseret hingga garis pantai Padang pada Jumat (28/11) memperkuat dugaan bahwa bencana kali ini bukan hanya akibat cuaca ekstrem. Kayu-kayu besar tersebut diduga terbawa arus dari kawasan hulu yang mengalami pembukaan lahan.
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyatakan banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatera tidak terlepas dari aktivitas deforestasi masif. Direktur Eksekutif Walhi Sumut, Rianda Purba, menegaskan kerusakan paling parah terjadi di Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, serta Kota Sibolga.
Menurut Rianda, kawasan Harangan Tapanuli—atau dikenal sebagai ekosistem Batang Toru—merupakan salah satu bentang hutan tropis esensial terakhir di Sumatera Utara, yang berfungsi sebagai penjaga air, penahan erosi, dan penyokong kehidupan masyarakat di sekitarnya.
Secara administratif, tutupan hutannya tersebar di Tapanuli Utara 66,7 persen, Tapanuli Selatan 22,6 persen, dan Tapanuli Tengah 10,7 persen.
Rianda menyebut setiap banjir hampir selalu membawa kayu berukuran besar, sementara citra satelit menunjukkan area gundul di sekitar lokasi bencana. Ia menilai pola ini menggambarkan penebangan hutan yang dilegalkan lewat izin perusahaan.