“PAUD adalah fase emas yang menentukan masa depan generasi kita,” ujarnya.

Ia menyebutkan beberapa catatan krusial pendidikan di Kalsel:

60% angkatan kerja berpendidikan di bawah SMP

39,9% lulusan SD masih mendominasi

Serapan lulusan SMK hanya 8,02%, tertinggal dari SMA 22,2%

Menurutnya, pendidikan vokasi harus semakin relevan dengan dunia industri agar mampu bersaing.

Dirjen Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru, Nunuk Suryani, turut mengapresiasi peran guru-guru di Kalsel yang tetap menjadi garda terdepan meski serba terbatas.

“Guru-guru di Kalimantan Selatan menunjukkan dedikasi luar biasa. Pemerintah pusat mengapresiasi sepenuhnya,” ungkapnya.

Ia juga memuji langkah Pemprov Kalsel yang memperkuat kolaborasi, meningkatkan kompetensi guru, serta memperluas pemerataan pendidikan.

Rakor 2025: Momentum Besar Pendidikan Banua

Rakor ini diharapkan menjadi titik balik penguatan sinergi semua pihak agar kualitas pendidikan semakin merata, inklusif, dan berdaya saing tinggi.(Rilis/rfq/adpim)

editor: nur muhammad