WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Warga Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, mulai gerah dengan kondisi Jalan Sukamara yang telah dibongkar sejak 20 Oktober 2025, tetapi tak kunjung diperbaiki. Bekas bongkaran yang dibiarkan terbuka membuat jalur itu berubah menjadi kawasan rawan kecelakaan, terutama saat hujan.

Di titik-titik tertentu, lubang bekas pembongkaran membuat jalan licin dan membahayakan pengguna. Beberapa insiden kecil pun terjadi, termasuk yang menimpa keluarga Irma, warga setempat.

“Rabu kemarin, mama saya jatuh waktu mau jemput cucu ke sekolah. Aspalnya berlubang dan ada bekas bongkaran,” ujar Irma, warga Sukamara, Sabtu (22/11/2025). Irma menambahkan bahwa kondisi serupa telah dialami warga selama sepekan terakhir, terlebih ketika hujan membuat jalan becek dan licin.

Menjawab keluhan itu, Kabid Bina Marga DPUPR Banjarbaru, Adi Maulana, menegaskan bahwa proses pembongkaran hampir rampung, namun tahapan pemadatan agregat terhambat akibat curah hujan tinggi.

“Kami harus mengganti agregat lama dengan agregat baru lalu memadatkannya. Tetapi pengujian kepadatan tidak bisa dilakukan saat kondisi basah,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa uji sand cone—metode memastikan kekuatan padatan sebelum pengaspalan—harus dikerjakan dalam keadaan kering agar akurat.

Karena cuaca tak bersahabat, DPUPR, kontraktor, dan konsultan sepakat melakukan penutupan sementara pada lubang-lubang kecil menggunakan aspal panas. Sementara itu, lubang berukuran besar tetap menunggu hasil pengujian pemadatan sebelum ditutup secara permanen.

“Setelah semua patchingan selesai, barulah kami lakukan overlay atau pengaspalan ulang di titik-titik yang mengalami pembongkaran besar. Ini penting untuk menjaga kualitas dan umur layanan jalan,” jelas Adi.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan warga, menegaskan bahwa prosedur teknis harus dipatuhi demi keamanan dan daya tahan jalan.(wartabanjar.com/IKhsan)

editor: nur muhammad