WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Gelombang keprihatinan kembali menggema setelah mencuatnya dugaan pelecehan terhadap anak di bawah umur di Banjarmasin. Menyikapi situasi yang mengkhawatirkan ini, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Banjarmasin menyerukan agar korban lain yang mungkin masih bungkam segera melapor demi menghentikan rantai kekerasan.
Kepala DP3A Banjarmasin, M. Ramadhan, menegaskan bahwa pihaknya menyediakan akses seluas-luasnya bagi korban yang ingin mencari pertolongan, terutama melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA).
Ia menekankan pentingnya keberanian korban untuk bersuara. “Kami sangat berharap siapa pun yang mengalami pelecehan atau kekerasan agar segera melapor. Semua laporan kami tangani secara privat dan profesional,” ujarnya, Sabtu (22/11/2025).
Ramadhan menyampaikan bahwa setiap laporan yang masuk akan langsung diproses. Meski belum ada kepastian mengenai adanya korban tambahan, pihaknya tetap bersiaga dan membuka peluang pendalaman bila ada informasi baru.
“Belum ada kepastian soal korban lain, namun setiap laporan yang datang pasti kami tindak lanjuti,” tegasnya.
DP3A juga memastikan bahwa korban yang melapor akan mendapatkan pendampingan penuh, baik dalam proses hukum maupun pemulihan kondisi psikologis. Dukungan ini melibatkan psikolog klinis dan psikolog anak untuk membantu korban bangkit dari trauma.
“Pendampingan maksimal akan kami berikan. Pemulihan mental korban jadi prioritas agar mereka kembali kuat,” pungkas Ramadhan.(Wartabanjar.com/Ramadan)
