Ia mengusulkan agar para perias mengadakan roadshow dan pelatihan ke SMA maupun SMK, mengenalkan rias adat Banjar yang asli dan sesuai pakem.

“Kita jemput bola. Ajarkan ke anak-anak SMA dan SMK: inilah adat Banjar yang sesungguhnya, yang tidak boleh dihilangkan,” ungkapnya.

Menutup sambutan, Hj. Dian meminta pengurus menjaga solidaritas organisasi dan menghindari konflik internal yang berujung pada drama media sosial.

“Kalau ada masalah, selesaikan di internal. Jangan langsung curhat di medsos. Kita jaga marwah organisasi, dan itu juga menjaga marwah Kabupaten Tanah Laut,” tutupnya.(Wartabanjar.com/Gazali)

editor: nur muhammad