Selain itu, Gubernur H. Muhidin juga menekankan potensi besar wisata religi di Kalsel, terutama saat Haul Akbar Al-Arif Billah Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Guru Sekumpul) yang setiap tahun dihadiri juta jamaah.

“Pada momentum Haul, Kalsel menyiapkan area makan gratis selama tujuh hari. Ini bukan sekadar acara, tetapi bentuk budaya luhur masyarakat Banjar dalam memuliakan tamu dan menjaga nilai kebersamaan,” tuturnya.

Gubernur Muhidin juga menegaskan Peluncuran Calendar of Event South Kalimantan 2026 ini menjadi bukti komitmen pemerintah untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dalam membangun pariwisata berkelanjutan.

“Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa meridhoi langkah kita dalam memajukan pariwisata dan memperkuat budaya, dan membawa Kalsel—Banua tercinta—menuju panggung dunia,” ujar Gubernur menutup sambutannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Iwan Fitriady, menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2026 Kalsel akan menghadirkan 156 event yang tersebar di 13 kabupaten/kota.

Calendar of Event (CoE) 2026 disusun sebagai panduan resmi promosi pariwisata sekaligus instrumen strategis untuk memperkuat posisi Kalsel di tingkat nasional maupun internasional.

“CoE 2026 bukan sekadar daftar kegiatan. Ini adalah komitmen bahwa Kalimantan Selatan siap bersaing dan tampil di panggung global dengan kekuatan budaya, alam, dan kreativitas masyarakatnya,” ujar Iwan.

Iwan menegaskan bahwa tahun ini, Yogyakarta dipilih sebagai lokasi peluncuran CoE karena kota tersebut merupakan pusat budaya, seni, dan kreativitas yang telah diakui dunia.

Sinergi antara Kalimantan Selatan dan DIY diharapkan mampu memperluas jejaring promosi serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas.

“Meluncurkan CoE di Yogyakarta berarti membawa Banua ke ruang yang tepat—ruang di mana budaya dihargai, kreativitas tumbuh subur, dan jejaring promosi dapat berkembang lebih cepat,” tambahnya.

Dengan mengusung tema “Kalsel Goes to the World”, Iwan menegaskan bahwa Kalsel siap menembus pasar global tanpa meninggalkan akar budaya dan kearifan lokal sebagai identitas utama pariwisata Kalsel. (Wartabanjar.com/adpim)

Editor Restu