Tak berhenti di situ, sejumlah warga juga melaporkan kemunculan kalajengking di sekitar rumah mereka. Fenomena ini membuat situasi semakin mencekam.

“Rasanya seperti tinggal di Jurassic Park! Tiap langkah terasa berbahaya. Kalau belum ada korban, mereka tidak akan serius menanganinya!” ucap seorang pria dengan nada pasrah.

Para ahli lingkungan menduga, perubahan suhu ekstrem dan pembangunan di area terbuka telah mengganggu habitat alami reptil dan serangga berbisa, sehingga mereka mencari tempat baru di pemukiman penduduk.

Namun hingga kini, penyelidikan resmi masih berjalan. Warga Tiberias tetap hidup dalam kecemasan — setiap malam menatap lantai dengan waspada, takut seekor ular tiba-tiba muncul dari balik bayangan.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur muhammad