Bila akhirnya PSS gagal menang, hasil imbang itu sudah memuaskan sang pelatih.
“Ini menjadi catatan kami saat bermain tandang. Kami harus bermain menekan di pertandingan tandang. Kami tak bisa bermain lambat dan harus bisa melakukan tekanan,” kata Uwak, sapaannya, yang juga mantan pemain tim nasional era 2000-an.
Tanggapan Barito Putera
Sementara, pelatih Barito Putera Stefano ‘Teco’ Cugurra mengakui tim lawan mampu bertahan dengan sangat bagus sehingga menyulitkan untuk mencetak gol.
Sebaliknya di babak kedua, pertandingan berjalan imbang.
Apalagi, kedua tim sama-sama memakai dua penyerang sehingga mereka bisa bergantian melakukan tekanan.
“Pertahanan lawan memang sangat bagus, terutama di babak pertama. Meski demikian, kami bisa mencetak satu gol. Di babak kedua, kami sama-sama menyerang dan masing-masing memakai dua striker. Kami sesungguhnya punya peluang tetapi tak bisa memanfaatkannya,” ucap Teco.
Sebaliknya, PSS mampu memanfaatkan momen untuk menyamakan skor.
“Kami hilang fokus yang menjadikan PSS bisa mencetak gol. Kami sesungguhnya berusaha bangkit dan meningkatkan tekanan. Hanya, kami gagal memenuhi target,” katanya.
Teco mengakui PSS merupakan lawan yang punya kualitas.
Mereka juga sangat kuat dalam detil permainan sehingga kerap merepotkan pertahanan Barito Putera.
“Kombinasi serangan mereka melalui bola-bola silang memang sangat bagus. Ini ditopang dengan pemain depan mereka yang punya heading bagus. Kami tahu kualitas lawan yang harus diperhitungkan,” ujar Teco.







