Kasus ini kembali menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental siswa dan respon cepat terhadap tanda-tanda distress emosional di lingkungan pendidikan.

Masyarakat pun menyerukan agar investigasi menyeluruh dilakukan, dan pendampingan psikologis diberikan kepada teman-teman korban serta keluarga.

“Kita tidak boleh membiarkan anak-anak merasa sendiri di sekolah. Kata-kata bisa lebih tajam dari pisau,” ujar salah satu tokoh pendidikan Sukabumi menanggapi kasus tersebut.

Kini, kepergian A menjadi peringatan kelam tentang bagaimana perundungan, sekecil apa pun, bisa berdampak fatal jika diabaikan.(Wartabanjar.com/nurmuhammad)

editor: nur muhammad