TRAGIS! Surat Terakhir Siswi MTs di Sukabumi Bongkar Dugaan Perundungan Sebelum Tewas: “Perkataannya Bikin Luka…”
Ukuran Huruf:
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental siswa dan respon cepat terhadap tanda-tanda distress emosional di lingkungan pendidikan.
Masyarakat pun menyerukan agar investigasi menyeluruh dilakukan, dan pendampingan psikologis diberikan kepada teman-teman korban serta keluarga.
“Kita tidak boleh membiarkan anak-anak merasa sendiri di sekolah. Kata-kata bisa lebih tajam dari pisau,” ujar salah satu tokoh pendidikan Sukabumi menanggapi kasus tersebut.
Kini, kepergian A menjadi peringatan kelam tentang bagaimana perundungan, sekecil apa pun, bisa berdampak fatal jika diabaikan.(Wartabanjar.com/nurmuhammad)
editor: nur muhammad