WARTABANJAR.COM, YERUSALEM – Kota Yerusalem memanas! Jutaan umat Yahudi Ultra-Ortodoks (Haredim) tumpah ruah ke jalan dalam aksi protes besar-besaran menentang kebijakan wajib militer dan penangkapan siswa yeshiva yang menolak bergabung dengan Israel Defence Force (IDF).

Dalam rekaman video yang beredar luas, lautan manusia berpakaian hitam khas Haredim memenuhi jalan-jalan utama Yerusalem sambil mengibarkan spanduk dan meneriakkan penolakan terhadap kebijakan pemerintah.

Para demonstran menilai, kewajiban militer bertentangan dengan keyakinan agama mereka, karena para pelajar yeshiva (seminari Yahudi) mengabdikan hidupnya untuk belajar kitab suci, bukan untuk berperang.

“Kami menolak bergabung dengan militer! Belajar Taurat adalah tugas kami!” teriak sejumlah peserta aksi dalam bahasa Ibrani.

Sementara itu, Parlemen Israel (Knesset) telah mengeluarkan undang-undang baru wajib militer IDF yang menghapus pengecualian bagi semua kelompok, termasuk komunitas Ultra-Ortodoks yang selama puluhan tahun terbebas dari kewajiban tersebut.

Langkah ini memicu gelombang kemarahan di kalangan religius, yang merasa bahwa kebijakan tersebut mengancam tradisi dan cara hidup mereka.

Protes kali ini menjadi salah satu demonstrasi terbesar komunitas Haredim dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan betapa dalamnya ketegangan antara kelompok religius dan pemerintah sekuler Israel.(Wartabanjar.com/nurmuhammad)

editor: nur muhammad