Akibatnya, harga emas lokal turun drastis Rp177.000 per gram, mencatatkan rekor penurunan terdalam sepanjang tahun ini.

“Ketidakpastian global masih tinggi. Retorika politik dan negosiasi dagang yang belum stabil membuat pasar emas tetap fluktuatif,” tambah Andy.

Meski tengah melemah, para analis menilai prospek jangka menengah emas masih positif. Faktor makroekonomi seperti kebijakan moneter longgar, ketegangan geopolitik, dan ketidakpastian fiskal AS diperkirakan tetap menopang harga emas di sisa tahun 2025.

“Emas tetap menjadi instrumen lindung nilai paling andal di tengah badai ekonomi global,” pungkas Andy.(Wartabanjar.com/Berbagai Sumber)

editor: nur muhammad