"DENGAN SEMANGAT WAJA SAMPAI KAPUTING!" Gubernur H Muhidin Pimpin Peringatan Wafatnya Pangeran Antasari
Hadir pula dalam upacara tersebut Ketua DPRD Kalsel H. Supian HK, Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Ahmad Ahsan, Danlanud Syamsudin Noor Kolonel Pnb Suparjo, Sekdaprov Kalsel Muhammad Syarifuddin, serta jajaran Forkopimda dan kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel.
Pada kesempatan itu, pemerintah juga menyerahkan santunan kepada ahli waris Pangeran Antasari sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa dan pengorbanan beliau.
Pangeran Antasari, yang wafat pada 11 Oktober 1862 di Bayan Begok, Kalimantan Tengah, dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 1968. Namanya kini diabadikan sebagai identitas kebanggaan Banua—mulai dari Korem 101/Antasari, Universitas Islam Negeri Antasari, hingga pada uang kertas Rp2.000 bergambar wajahnya.
Semangatnya menembus zaman, menjadikan Kalimantan Selatan dikenal sebagai “Bumi Antasari”, tanah para pejuang pantang menyerah.
Peringatan wafat Pangeran Antasari kali ini menjadi pengingat kuat bagi seluruh rakyat Banua: semangat juang dan cinta tanah air tidak boleh luntur. Seperti pesan abadi beliau,
“Waja Sampai Kaputing, Sekali Berjuang, Tak Akan Pernah Menyerah.”(sal/adpim)
editor: nur muhammad