Aksi perusakan rumah ini menuai reaksi beragam dari warganet. Sebagian menilai tindakan massa sebagai bentuk pelampiasan emosi, sementara yang lain menyayangkan dampaknya terhadap anak pasangan tersebut.
Komentar yang beredar di media sosial di antaranya:
“Mantap, semoga jadi contoh.”
“Apakah tidak ada pertimbangan selain merusak rumah yang nantinya untuk anaknya kelak?”
“Kasihan anaknya. Ayah meninggal, ibu masuk penjara, rumah pun dirusak.”
“Kalau rakyat sudah bertindak, siapa pun tak akan bisa membendung.”
“Bentuk kekesalan mungkin ya. Tapi sebaiknya jangan dirusak, apalagi katanya rumah itu warisan korban.”
Aksi ini menambah panjang daftar kemarahan publik terhadap kasus pembunuhan Brigadir Esco, yang disebut-sebut sarat dengan motif rumah tangga dan pengkhianatan. Polisi masih melakukan penyelidikan lanjutan untuk mengungkap fakta-fakta baru di balik tragedi berdarah tersebut.(Wartabanjar.com/eedgramindo)
editor: nur muhammad







