WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Borneo Hornbills resmi berpisah dengan center senior Tri Hartanto jelang bergulirnya Indonesian Basketball League (IBL) 2026. Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh manajemen klub melalui unggahan salam perpisahan di akun Instagram resmi tim, Selasa (7/10).

Manajemen menyebut tidak memperpanjang kontrak pebasket berusia 36 tahun itu lantaran ingin melakukan peremajaan skuad serta mencari pemain frontcourt dengan kinerja dan durabilitas yang lebih tinggi. Keputusan ini sekaligus menandai akhir perjalanan singkat Tri bersama Hornbills yang dimulai sejak akhir November 2024, usai hengkang dari Hangtuah Jakarta.

Saat didatangkan, ekspektasi klub cukup tinggi. Tri tak hanya diharapkan memperkuat sektor dalam pertahanan lawan, tetapi juga menjadi mentor bagi para pemain muda. Namun performa yang ditunjukkan justru jauh dari harapan. Sepanjang musim reguler IBL 2025, Tri hanya tampil dalam 11 laga awal dengan rata-rata waktu bermain 7,3 menit per pertandingan. Catatan statistiknya pun terbilang minim, yakni hanya mencetak rata-rata satu poin (ppg) dan 1,1 rebound (rpg) per laga.

Penurunan performa tersebut membuatnya tak lagi masuk dalam daftar pemain utama sejak akhir April hingga musim berakhir pada Juni 2025. Tri bahkan absen dalam 10 pertandingan terakhir Hornbills.

Karier profesional Tri Hartanto di kancah basket nasional dimulai pada 2012 bersama Satya Wacana Salatiga. Ia kemudian memperkuat Pelita Jaya (2014–2018), NSH Mountain Gold (2018–2019), kembali ke Pelita Jaya (2019–2020), Bali United (2020–2022), Evos Thunder Bogor (2022–2023), Hangtuah Jakarta (2024), dan terakhir Borneo Hornbills.

Masa depan Tri kini masih menjadi tanda tanya. Belum diketahui apakah sang veteran akan mencari klub baru untuk melanjutkan kiprahnya di IBL atau memutuskan gantung sepatu setelah lebih dari satu dekade berkarier di level tertinggi.

Sementara itu, Borneo Hornbills yang bermarkas di GOR Laga Tangkas, Bogor, belum mengumumkan sosok pengganti untuk mengisi kekosongan di posisi center jelang musim baru. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Andi Akbar