BANDARA AMERIKA KACAU! Shutdown Pemerintah Trump Picu Delay Parah di Seluruh Negeri!
WARTABANJAR.COM, WASHINGTON — Kekacauan melanda dunia penerbangan Amerika Serikat! Puluhan bandara di seluruh negeri mengalami keterlambatan parah akibat government shutdown atau penghentian kegiatan pemerintahan federal yang telah berlangsung hampir sepekan.
Krisis ini menimbulkan efek domino pada layanan transportasi udara. Banyak penerbangan terpaksa delay berjam-jam, bahkan sebagian dibatalkan, karena petugas pengatur lalu lintas udara (air traffic controllers) tidak menerima gaji dan banyak yang tidak masuk kerja.
Menurut data Federal Aviation Administration (FAA), keterlambatan parah terjadi di sejumlah bandara besar:
Newark Liberty International Airport (New York): rata-rata delay 53 menit,
Denver International Airport: delay hingga 39 menit,
Hollywood Burbank Airport (Los Angeles): terparah, hingga 2,5 jam!
BACA JUGA: GEGER DI CIREBON! Anak Mantan Wali Kota Ditangkap Warga Gegara Curi Sepatu Jemaah Masjid!
Sumber NBC News bahkan menyebutkan sempat ada periode tanpa petugas kontrol udara di menara selama beberapa jam, menyebabkan jadwal penerbangan kacau total.
Menteri Transportasi AS Sean Duffy menyoroti tekanan besar yang dihadapi petugas pengatur lalu lintas udara selama shutdown ini.
“Mereka mengatur keselamatan penerbangan sambil berpikir bagaimana membayar cicilan rumah, mobil, dan memberi makan anak-anak mereka,” ujar Duffy dalam konferensi pers di Bandara Newark.
Bahkan beberapa petugas mengaku harus mencari pekerjaan tambahan, seperti mengemudi Uber, karena tidak tahu kapan gaji mereka akan dibayarkan.
Mereka memang akan menerima gaji tertunda setelah pemerintah kembali beroperasi, namun ketidakpastian itu tetap mengganggu fokus dan kinerja di lapangan.
Shutdown Terpanjang Sejak Era Trump?
Situasi ini mengingatkan publik pada shutdown terpanjang di masa pemerintahan Donald Trump (2018–2019), ketika meningkatnya izin sakit di kalangan petugas membuat sistem penerbangan lumpuh total.
Kini, Partai Demokrat dan Republik kembali terjebak dalam kebuntuan politik:
Demokrat menolak pemangkasan program Medicaid dan menuntut perpanjangan subsidi kesehatan untuk keluarga berpenghasilan rendah.
Republik menuduh Demokrat ingin memberi akses kesehatan gratis bagi imigran ilegal.