INOVASI ANAK BANGSA! Siswa SMKN 5 Banjarmasin Sulap Sampah Plastik Jadi Batako Ramah Lingkungan
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Ditengah darurat sampah plastik yang melanda Kota Banjarmasin, kabar membanggakan datang dari SMKN 5 Banjarmasin. Para siswa bersama gurunya berhasil menciptakan mesin pengolah sampah plastik menjadi batako (paving block) yang berpotensi menjadi solusi nyata persoalan lingkungan.
Inovasi ini digagas pada pertengahan tahun 2025, ketika isu sampah plastik mencuat di berbagai daerah. Kepala Program Jurusan Pengelasan SMKN 5 Banjarmasin, Tulus Batubara, mengungkapkan mesin tersebut dirancang menyerupai ekstruder yang mampu meleburkan plastik pada suhu 300–400 derajat celcius sebelum dicetak menjadi batako.
“Plastik dicacah, dilelehkan, lalu didorong screw keluar melalui corong pencetak. Lelehannya kemudian dibentuk menjadi batako. Meski masih sederhana, hasilnya efektif mengurangi volume sampah,” jelas Tulus, Jumat (3/10/2025).
BACA JUGA:BREAKING NEWS! Pekerja Bangunan Diduga Tenggelam di Laut Bromo, Pencarian Masih Berlangsung
Dari Sampah Jadi Material Bangunan
Proses pengolahan ini mampu memangkas volume sampah secara signifikan. Dari dua karung penuh plastik, hanya dihasilkan satu batako. Meski bentuknya belum sempurna karena sistem pencetakan masih manual, tim SMKN 5 optimistis bisa menyempurnakan desain dengan mesin pengepres otomatis di masa depan.
Selain itu, pengembangan juga dilakukan pada sumber pemanas. Selama ini mesin memakai tenaga listrik, tetapi tim tengah meneliti opsi bahan bakar gas agar lebih hemat energi meski tantangan pengaturan suhu lebih besar.
Inovasi siswa ini bahkan sudah menarik perhatian Wali Kota Banjarmasin dan Kepala Dinas Pendidikan Kalsel, Galuh Tantri Narindra, yang meninjau langsung hasil karya tersebut.
“Mesin ini mendukung program Adiwiyata Nasional. Adiwiyata menuntut adanya inovasi nyata dalam pengelolaan lingkungan, dan pengolahan sampah plastik jadi batako adalah buktinya,” ungkap Hendro Nur Wibowo, Wakil Kepala SMKN 5 Banjarmasin.
Ke depan, SMKN 5 berambisi menyempurnakan mesin agar bisa diproduksi massal dan bermanfaat lebih luas. Tak hanya membantu mengurangi sampah, batako hasil olahan ini juga berpotensi digunakan untuk pembangunan infrastruktur sekolah hingga menjadi produk inovasi unggulan siswa yang bisa dipasarkan.