Uniknya, gerakan demonstrasi Gen Z di Madagaskar mengusung slogan, “Kami tidak ingin masalah, hanya hak kami”, serta mengibarkan bendera anime One Piece sebagai simbol perlawanan. Namun, sejumlah laporan menyebut aksi damai ini disusupi preman bayaran yang melakukan penjarahan dan pembakaran rumah anggota legislatif.

Kondisi politik Madagaskar kini berada di persimpangan jalan. Publik menanti apakah langkah berani Presiden Rajoelina mampu meredakan gejolak atau justru memicu krisis politik yang lebih dalam.(Wartabanjar.com/Berbagai Sumber)

editor: nur muhammad