Alcaraz Redam Cedera, Melaju ke Perempat Final Japan Open 2025
WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Petenis Spanyol Carlos Alcaraz menunjukkan mental juara sekaligus ketangguhan fisiknya setelah berhasil menembus perempat final Japan Open 2025, meski sempat dikhawatirkan mengalami cedera pergelangan kaki. Unggulan teratas itu mengalahkan petenis Belgia Zizou Bergs dengan skor 6-4, 6-3 dalam pertandingan 79 menit di turnamen ATP 500 yang digelar di Tokyo.
Alcaraz sebelumnya mengalami cedera pergelangan kaki saat mengalahkan Sebastian Baez di babak pertama. Namun dalam laga kontra Bergs, juara US Open 2025 itu tampil bertenaga dan mampu bergerak bebas tanpa menunjukkan tanda-tanda kesakitan.
"Itu berat dan itu adalah satu setengah hari yang sangat penting di mana saya harus pulih sebaik mungkin," ujar Alcaraz seperti dikutip dari laman resmi ATP, Minggu (28/9).
Bermain untuk pertama kalinya menghadapi Bergs, petenis berusia 22 tahun itu tampil dominan dengan pukulan forehand tajam dan kontrol permainan di sekitar net. Alcaraz bahkan mampu bangkit setelah gagal memanfaatkan break point di dua set, untuk memperbaiki rekornya menjadi 64 kemenangan dan 7 kekalahan sepanjang musim ini.
"Saya sudah pernah mengatakan sebelumnya dan akan saya katakan lagi, saya memiliki fisioterapis terbaik di dunia. Perawatan yang telah ia lakukan untuk pergelangan kaki saya luar biasa," lanjut Alcaraz. "Kadang saya masih khawatir soal beberapa gerakan, tapi secara keseluruhan saya bermain tenis dengan sangat baik hari ini."
Kemenangan ini membawa Alcaraz semakin dekat dengan rekor 65 kemenangan yang pernah ia catatkan pada musim 2023. Ia berpeluang menyamai pencapaian tersebut jika berhasil menyingkirkan petenis Amerika Brandon Nakashima di babak perempat final. Nakashima sendiri lolos usai mengalahkan Marton Fucsovics 7-5, 6-3.
Alcaraz tengah memburu gelar kedelapan musim ini dan tampil penuh percaya diri setelah menambah koleksi gelar Grand Slam keenamnya di New York awal bulan ini. Kemenangan atas Jannik Sinner di final US Open juga mengantarnya kembali ke peringkat satu dunia ATP, mengungguli Sinner dengan selisih 2.590 poin di ATP Live Race To Turin — peringkat yang menentukan status petenis nomor satu akhir tahun.