Menurutnya, DTSEN akan menjadi rujukan utama seluruh program sosial sesuai amanat Inpres No. 4 Tahun 2025. Data ini diperbarui setiap tiga bulan agar akurat dan valid.

“Bansos, Sekolah Rakyat, semua berbasis DTSEN. Anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan, rumahnya dibantu. Dengan pola ini, keluarga bisa benar-benar naik kelas dalam 3-5 tahun,” jelasnya.

Mensos juga menekankan bahwa bansos bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan instrumen untuk mendorong kemandirian.
“Seperti pesan Presiden Prabowo: bansos itu sementara, tapi berdaya selamanya,” tegasnya.

Dialog berlangsung hangat. Perwakilan dari Banjarmasin, Banjarbaru, Barito Kuala, Tanah Laut, hingga Banjar menyampaikan aspirasi dan pengalaman lapangan. Semua berharap kolaborasi pusat-daerah semakin erat, sehingga pelayanan sosial makin tepat sasaran dan berkeadilan.

Acara ditutup dengan seruan bersama memperkuat sinergi antar pilar sosial sebagai wujud nyata gotong royong membangun masyarakat Kalsel yang sejahtera, berdaya, dan mandiri.(Rfq/adpim)

editor: nur muhammad