WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Tim nasional bola voli U-21 putra Indonesia menutup kiprahnya di Kejuaraan Dunia Bola Voli U-21 Putra 2025 di China dengan finis di peringkat ke-19. Meski belum mampu menembus persaingan papan atas dunia, perjuangan Garuda Muda layak diapresiasi karena menunjukkan semangat juang dari fase grup hingga perebutan peringkat akhir. Awal Perjuangan di Fase Grup Indonesia mengawali langkah di fase grup dengan lawan-lawan tangguh. Satu momen manis tercipta saat berhasil menundukkan Tunisia dengan skor 3-1 (25-22, 21-25, 18-25, 19-25). Namun, hasil di laga lain membuat Indonesia tidak berhasil melangkah ke babak utama. Kebangkitan di Klasifikasi Memasuki fase perebutan peringkat 17–24, Indonesia mulai menemukan pola permainan terbaiknya. Tim berhasil tampil dominan saat menghadapi Puerto Rico, menang telak 3-0 (25-20, 25-23, 25-15). Kemenangan ini menambah catatan positif sebelum laga penentuan menghadapi rival Asia Tenggara, Thailand. Laga Panas Kontra Thailand Pada perebutan peringkat ke-19, Indonesia harus bekerja keras menghadapi Thailand. Pertandingan berlangsung sengit empat set dengan skor 3-1 (25-23, 25-13, 20-25, 29-27) untuk Indonesia. Statistik menunjukkan Indonesia unggul di blok (15 kali berbanding 3 kali milik Thailand) serta memanfaatkan 25 kesalahan lawan. Pemain muda Dawuda Alaihimas Salam tampil menonjol sebagai pencetak poin terbanyak dengan 24 angka, sekaligus menjadi motor serangan Indonesia di laga tersebut. Hasil Akhir yang Menjanjikan Dengan hasil ini, Indonesia mengoleksi tiga kemenangan sepanjang turnamen dan resmi finis di posisi ke-19. Catatan tersebut sejajar dengan raihan timnas voli U-21 putri Indonesia yang lebih dulu menutup turnamen dunia dengan posisi ke-16. Meski belum menembus 10 besar, hasil ini menjadi pengalaman berharga bagi para pemain muda untuk melanjutkan pembinaan jangka panjang. Ajang ini sekaligus menunjukkan bahwa voli Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di kancah internasional jika konsistensi pembinaan terus dijaga. (Wartabanjar.com/berbagai sumber) Editor: Andi Akbar