WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Setelah lima tahun vakum, Amir, seorang pengusaha asal Purwokerto, kembali memproduksi dan menjual bolen khas Bandung. Kue lezat yang jarang ditemukan di Tanah Laut ini kembali hadir di angkringannya yang berlokasi di Taman RTH Kijang Mas Permai, Angsau, Pelaihari, pada Jumat, 29 Agustus 2025. Kembalinya Amir tak lepas dari banyaknya permintaan pelanggan yang merindukan cita rasa bolen buatannya. Baca Juga Ratusan Mahasiswa, Ojol dan Buruh di Kalsel Gelar Konsolidasi Jelang Aksi Senin, Ikuti Gerakan Serentak dengan Jakarta Amir, yang merupakan mantan penjual bolen di depan Sinar Hotel pada tahun 2018, sempat berhenti berjualan karena kondisi ekonomi. Namun, ia tetap menerima pesanan dari pelanggan setia. "Karena banyak yang menanyakan, jadi aku tergugah dan termotivasi lagi untuk berjualan rutin kembali," ujar Amir saat diwawancarai Wartabanjar.com. Bolen buatan Amir dikenal dengan kualitas dan rasanya yang otentik. Ia mendapatkan langsung dari karyawan toko kue, salah satu produsen bolen terkenal di Bandung. "Aku beli oven dan aku minta resepnya bolen Bandung Kartikasari waktu di Jawa," katanya. Bolen ini terbuat dari tepung terigu, gula, dan pastry bolen tanpa menggunakan bahan pengawet. Setiap hari, Amir menghabiskan dua kilogram tepung terigu, yang bisa menghasilkan sekitar 180 buah bolen. Ia menjelaskan, bahan-bahan seperti pastry bolen harus dibeli dari Banjarbaru karena sulit ditemukan di Tanah Laut. "Di sini [Tanah Laut] enggak ada, bahannya susah dan jarang ada yang jual di sini," jelasnya . Proses pembuatannya cukup detail. Pertama, adonan dibuat, lalu diratakan menggunakan selender. Adonan yang sudah pipih diolesi pastry, dilipat hingga tiga kali, kemudian diisi dengan isian pisang talas dan diberi topping keju, cokelat, atau nanas. Setiap potong bolen dijual dengan harga Rp2.500. Angkringan Jadi Tempat Nongkrong Favorit Penjualan bolen Amir langsung laris manis sejak hari pertama. Beberapa pelanggan tetap, seperti dari pabrik es dan toko listrik, bahkan memesan hingga lima dus sekaligus. Selain bolen, angkringan ini menyediakan beragam minuman dan makanan, menjadikannya tempat yang digemari warga sekitar. Taman RTH Kijang Mas Permai sendiri sudah lama menjadi tongkrongan para pemuda sejak 2018. Angkringan Amir menjadi satu-satunya tempat nongkrong di sekitar taman ini yang menawarkan fasilitas Wi-Fi. Selain itu, angkringan ini juga menjadi tempat yang cocok bagi mereka yang ingin bersantai dan menikmati suasana taman. "Banyak pemuda yang menongkrong di sini," ujar Amir. Angkringan ini buka dari sore hingga malam hari, siap melayani para pelanggan dan pengunjung yang ingin bersantai. Dengan izin PIRT (Produk Industri Rumah Tangga) yang sudah dikantongi, serta pengalaman dan motivasi yang kuat, Amir siap kembali meniti karir kulinernya. Kini, bolen khas Bandung tanpa pengawetnya bisa dinikmati kembali di angkringan Taman RTH Kijang Mas Permai, Pelaihari. (Wartabanjar.com/Gazali) Editor Restu