4 FAKTA OJOL DILINDAS Rantis Brimob hingga Tewas, Keluarga Affan Menjerit Minta Keadilan!
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Duka mendalam menyelimuti keluarga Affan Kurniawan (21), pengemudi ojek online (ojol) yang tewas tragis usai dilindas dan diseret kendaraan taktis (rantis) Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam.
Tangis keluarga pecah saat jenazah Affan tiba di rumah duka. Sang ayah dengan suara bergetar hanya mampu menyampaikan satu permintaan: keadilan untuk anaknya.
“Dari bapak almarhum menyampaikan ingin minta keadilan,” ungkap Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, di RSCM Jakarta Pusat.
1. Tujuh Anggota Brimob Ditangkap
[caption id="attachment_343504" align="aligncenter" width="700"]
Terlihat massa berteriak sambil membawa kayu balok dan benda keras lainnya untuk mengejar kendaraan taktis (rantis) Brimob.(@magelang_raya)[/caption]
Sebagai tindak lanjut, pihak kepolisian langsung mengamankan tujuh anggota Brimob Polda Metro Jaya yang berada dalam kendaraan maut tersebut. Mereka kini diperiksa intensif untuk mendalami peran masing-masing.
BACA JUGA:TRAGEDI PAGI DI BALANGAN! Truk Tercebur ke Sungai Tebing Tinggi, Sopir Terkurung di Kabin
Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Abdul Karim, menegaskan bahwa identitas para anggota sudah dikantongi.
“Masih kami dalami siapa yang nyetir, yang jelas tujuh orang ini ada dalam satu kendaraan,” katanya.
Ketujuh anggota itu masing-masing berinisial Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka D.
2. Video Amatir Bikin Publik Murka
Video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan momen mencekam saat rantis Brimob melaju kencang di tengah kerumunan. Sejumlah warga berteriak histeris ketika kendaraan lapis baja itu melindas tubuh Affan yang berusaha menyelamatkan diri.
Alih-alih berhenti, kendaraan tersebut tetap melaju meninggalkan korban. Peristiwa itu sontak memicu amarah massa yang kembali mengepung dan menghantam mobil Brimob dengan kayu dan batu.
3. Kapolri Minta Maaf
[caption id="attachment_343533" align="aligncenter" width="700"]
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turun langsung memnta maaf ke keluarga korban di RSCM.(Wartabanjar.com/istimewa)[/caption]
Tragedi ini memaksa Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turun tangan. Ia menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada keluarga korban dan masyarakat.
“Saya menyesali peristiwa yang terjadi dan memohon maaf sedalam-dalamnya. Saya sudah memerintahkan Divisi Propam untuk menangani kasus ini dengan tuntas,” tegas Sigit.
4. Luka Batin Keluarga
Di tengah derasnya hujan air mata, keluarga korban berharap agar hukum ditegakkan tanpa pandang bulu. Mereka ingin nyawa Affan yang melayang sia-sia menjadi pelajaran agar tragedi serupa tidak terulang.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad
Terlihat massa berteriak sambil membawa kayu balok dan benda keras lainnya untuk mengejar kendaraan taktis (rantis) Brimob.(@magelang_raya)[/caption]
Sebagai tindak lanjut, pihak kepolisian langsung mengamankan tujuh anggota Brimob Polda Metro Jaya yang berada dalam kendaraan maut tersebut. Mereka kini diperiksa intensif untuk mendalami peran masing-masing.
BACA JUGA:TRAGEDI PAGI DI BALANGAN! Truk Tercebur ke Sungai Tebing Tinggi, Sopir Terkurung di Kabin
Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Abdul Karim, menegaskan bahwa identitas para anggota sudah dikantongi.
“Masih kami dalami siapa yang nyetir, yang jelas tujuh orang ini ada dalam satu kendaraan,” katanya.
Ketujuh anggota itu masing-masing berinisial Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka D.
2. Video Amatir Bikin Publik Murka
Video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan momen mencekam saat rantis Brimob melaju kencang di tengah kerumunan. Sejumlah warga berteriak histeris ketika kendaraan lapis baja itu melindas tubuh Affan yang berusaha menyelamatkan diri.
Alih-alih berhenti, kendaraan tersebut tetap melaju meninggalkan korban. Peristiwa itu sontak memicu amarah massa yang kembali mengepung dan menghantam mobil Brimob dengan kayu dan batu.
3. Kapolri Minta Maaf
[caption id="attachment_343533" align="aligncenter" width="700"]
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turun langsung memnta maaf ke keluarga korban di RSCM.(Wartabanjar.com/istimewa)[/caption]
Tragedi ini memaksa Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turun tangan. Ia menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada keluarga korban dan masyarakat.
“Saya menyesali peristiwa yang terjadi dan memohon maaf sedalam-dalamnya. Saya sudah memerintahkan Divisi Propam untuk menangani kasus ini dengan tuntas,” tegas Sigit.
4. Luka Batin Keluarga
Di tengah derasnya hujan air mata, keluarga korban berharap agar hukum ditegakkan tanpa pandang bulu. Mereka ingin nyawa Affan yang melayang sia-sia menjadi pelajaran agar tragedi serupa tidak terulang.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad