WARTABANJAR.COM, BARABAI – Ancaman penyakit menular kembali menghantui Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Sejak Januari hingga Agustus 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) HST mencatat 80 kasus suspek campak, dengan rincian 68 positif dan 12 negatif berdasarkan hasil laboratorium.
Kepala Dinkes HST, dr. Desfi Delfiana Fahmi, menegaskan pihaknya langsung mengambil langkah cepat demi mencegah penyebaran campak semakin meluas.
“Kami lakukan penyelidikan epidemiologi, RCA (Rapid Convenience Assessment) untuk mengetahui status imunisasi, hingga imunisasi kejar bagi anak-anak yang belum lengkap,” jelas dr. Desfi, Jumat (29/8/2025).
Imunisasi Massal Digelar di Titik Rawan
Tak hanya itu, Dinkes juga meluncurkan Outbreak Response Immunization (ORI) alias imunisasi massal di wilayah yang ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).







