WARTABANJAR.COM, BARABAI– Pelayanan di RSUD H. Damanhuri Barabai kembali menjadi sorotan.
Seorang warga, Muhammad Faullidy atau Faul, membagikan pengalamannya mendampingi ayahnya berobat di rumah sakit rujukan terbesar di Hulu Sungai Tengah (HST) ini.
Dalam unggahannya di Instagram, Faul mengaku harus menunggu lama sejak pagi hingga sore hari.
“Kami datang jam 09.00 Wita, tetapi baru mendapatkan pelayanan sekitar pukul 17.00 Wita. Bahkan saat ambil obat pun antreannya tidak kalah panjang,” tulisnya.
Ia menambahkan, yang membuat kecewa adalah adanya pasien yang datang lebih akhir tetapi justru lebih dulu mendapat pelayanan.
Menurutnya, kondisi ini menunjukkan adanya ketidakadilan dalam sistem pelayanan yang harus segera dibenahi.
“Intinya harus ada perbaikan sistem. Jangan sampai pasien yang sudah lama menunggu justru terabaikan, sementara yang datang belakangan malah mendapat pelayanan lebih dahulu,” tegas Faul, yang juga aktif sebagai mahasiswa dan menjabat Wakil Ketua I Bidang Internal di organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kandangan.
BACA JUGA: TRAGEDI BERDARAH di Ponpes Al-Hikmah HST! Santri Ungkap Tak Pernah Ada Sosialisasi Anti-Bullying
Menanggapi keluhan tersebut, Direktur RSUD H. Damanhuri, dr. Nanda Sayu, mengakui ada hal-hal yang perlu segera dibenahi, terutama terkait sistem antrean di poli syaraf.
“Contohnya, jika satu pasien dilayani selama lima menit, maka pasien dengan nomor antrean 50 seharusnya bisa memperkirakan akan dilayani sekitar 250 menit atau empat jam setelah pelayanan dimulai. Jika pelayanan dibuka pukul 08.30, maka estimasi pasien nomor 50 akan dilayani sekitar pukul 12.30 Wita,” jelasnya.







