WARTABANJAR.COM, POSO – Suasana khidmat peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia mendadak berubah mencekam. Pada Minggu (17/8/2025), tepat saat detik-detik proklamasi, gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,0 mengguncang Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Menurut data BMKG, episenter gempa berada di darat, Kecamatan Poso Pesisir, dengan kedalaman hanya 10 kilometer. Guncangan keras selama 15 detik membuat warga berhamburan keluar rumah, sebagian bahkan masih mengenakan pakaian upacara kemerdekaan. BACA JUGA:DARI LAYAR LEBAR KE ISTANA! Iko Uwais Pamer Jurus Silat Tanpa Alas Kaki di Aspal Panas, Prabowo Kagum Korban Jiwa dan Luka Hingga laporan diterima, sedikitnya 32 korban dilarikan ke rumah sakit akibat tertimpa reruntuhan bangunan. 13 orang dirawat di RSUD Poso, 2 di antaranya kritis dan kini berada di ICU. BACA JUGA:Air Mata di Balik Sang Saka: Kisah Haru Kevin Silaban Kibarkan Merah Putih Saat Ayahnya Wafat 6 orang mendapat perawatan di Puskesmas Tokorondo. 10 orang ditangani langsung di lokasi kejadian oleh tim Dinas Kesehatan Poso. Tercatat ada 3 korban dalam kondisi kritis yang masih berjuang di ruang perawatan intensif. Ratusan Rumah Rusak, Gereja Roboh Gempa memicu kerusakan parah di sejumlah wilayah: 106 rumah warga rusak dengan tingkat ringan hingga berat. Gereja Elim di Desa Masani ambruk, menimpa 10–12 jemaat yang tengah beribadah. Beberapa fasilitas umum seperti sekolah ikut terdampak. Bangunan sarang walet di Desa Ueralulu serta satu rumah warga di Desa Lape juga mengalami kerusakan. Ribuan Warga Mengungsi Ketakutan semakin memuncak akibat 15–19 kali gempa susulan dengan magnitudo bervariasi antara <3,0 hingga 5,0. 2.011 jiwa kini mengungsi ke lokasi aman. Dari jumlah itu, 433 jiwa dari 184 KK di Desa Masani menjadi kelompok terdampak paling besar. Di antara pengungsi terdapat 31 lansia, 23 balita, dan 5 penyandang disabilitas. Bahkan, pasien di RS Mitra Manakarra, Mamuju, dievakuasi ke halaman rumah sakit akibat trauma guncangan susulan. Penyebab Gempa BMKG menjelaskan gempa dipicu oleh aktivitas sesar naik Tokoraru (Tokoraru Thrust) dengan kedalaman dangkal. Intensitas guncangan tercatat MMI V–VI, cukup kuat untuk merobohkan bangunan rapuh dan menimbulkan kepanikan massal. Episenter gempa berada di darat, sekitar 18 km barat laut Poso, dengan koordinat 1,30 LS – 120,62 BT. Peringatan BMKG Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap gempa susulan dan tidak memasuki bangunan yang retak atau berpotensi runtuh. Hingga saat ini, tidak ada peringatan tsunami terkait gempa tersebut.(Wartabanjar.com/berbagai sumber) editor: nur muhammad