WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Naluri bisnis Haji Isam alias Samsudin Andi Arsyad kembali terbukti jitu. Saat banyak pelaku usaha masih ragu, pengusaha asal Kalimantan Selatan ini sudah lebih dulu menggarap energi ramah lingkungan yang kini menjadi tren global—biodiesel.
Melalui PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), Haji Isam membangun ekosistem bisnis energi bersih dari hulu hingga hilir. Mulai dari perkebunan sawit berprinsip keberlanjutan, pengolahan menjadi Fatty Acid Methyl Ester (FAME), hingga pengiriman langsung ke pembeli besar. Pabrik biodiesel JARR di Batulicin, Kalsel, sanggup memproduksi 1.500 ton FAME per hari.
Tahun 2025 menjadi tonggak penting. Berdasarkan laporan keuangan kuartal II-2025, JARR sukses mengantongi kontrak jumbo senilai Rp2,4 triliun dari PT Pertamina Patra Niaga (Persero). Kontrak yang diteken pada 23 Januari 2025 itu berlaku setahun, mencakup pasokan 162.906 KL FAME jenis PSO dan 67.525 KL jenis non-PSO untuk wilayah Wayame. Harga FAME ditentukan mengikuti Harga Indeks Pasar (HIP) BBM jenis solar yang ditetapkan Kementerian ESDM setiap bulan.
BACA JUGA:Momen H Isam Bertemu Presiden Prabowo di Open House, Penuh Keakraban
Kerja sama dengan Pertamina Patra Niaga ini bukan hal baru. Pada 2023, JARR telah memasok 247.227 KL FAME, lalu pada 2024 mengantongi kontrak senilai Rp1,7 triliun untuk pengiriman 155.919 KL di Stagen, Kotabaru.







